Hampir tak ada metode efektif dalam perubahan sosial, sekuat Appreciative Inquiry atau Menemukan Kekuatan Kita (MKK). MKK selalu bertujuan menggali Apa yang Membuat Kita Lebih Hidup bagi anak-anak kita, keluarga kita, organisasi kita maupun masyarakat kita.
MKK pasti bekerja karena dunia ini dirancang untuk mendukung kehidupan kita. Inilah keajaiban untuk menanggalkan cara berfikir yang meniru pikiran seorang dokter : cari tahu gejala, periksa dan obati. Atau, dalam berorganisasi juga mengenal pendekatan bertumpu masalah: cari masalah, cari kemungkinan jawaban dan pilih tindakan jitu. Prose MKK bertumpu pada mengembalikan rasa percaya diri, menumbuhkembangkan harapan, menangkap masa depan dan membuka segala kemungkinan menuju masa depan.
Apapun situasi yang kita hadapi, MKK tetap berpusat pada apa yang menjadi kekuatan kita. Bila kita memeriksa cara kita berkomunikasi di lingkungan kita, kita bisa menemukan agenda kita sesungguhnya. Baik sadar maupun tak sadar, apa pun yang kita yakini akan mengarahkan masa depan kita.
MKK mengajarkan bahasalah pencipta kenyataan. Perubahan bermula dari pertanyaan yang kita ciptakan. Pertama, kita harus mengakui kegiatan bertanya sama sekali tidak netral. Pertanyaan apa pun akan menciptakan pengaruh tertentu. Kedua, kata-kata yang dipakai dalam bertanya, akan mempengaruhi jawaban. Karenanya, penanya bertanggung jawab pada pertanyaan yang dibuatnya.
Dengan kata lain, Anda selalu menemukan apa yang Anda cari. Bila Anda mencari apa yang menjadi masalah, maka Anda akan memukan masalah. Sebaliknya, bila Anda bertanya apa yang bekerja dengan baik, maka Anda akan menemukan hal-hal yang membuatnya bekerja dengan baik. Hati-hati dengan pertanyaan Anda, siapa tahu menjadi kenyataan.
Prinsip MKK memberikan kepada semua orang menjadi istimewa. Karena, setiap orang luar biasa maka ia menjadi subyek dalam menentukan masa depan yang diinginkan. Sukses perubahan terjadi bila setiap orang merasa berharga dan terlibat dalam menangkap masa depan yang dibayangkan.
Peristiwa Anda menanyakan sebuah pertanyaan positif kepada seseorang. Hal ini memungkinkan orang itu mengalami kembali kenangan positif di masa lalu.
“Ceritakanlah, kapan Anda merasa bergairah, bersemangat, energik, hidup, termotivasi.....”. Pertanyaan ini akan membawa kesadaran dan kesadaran akan terusik dan Anda punya akses langsung pada hal-hal yang berada di bawah sadar. Penolakan biasanya akan lenyap dengan sendirinya. Kemudian Anda bisa mulai mengupas pertanyaan lanjutan yang menjadikan pengalaman di masa lalu, begitu terkenang, membangkitkan semangat, menjadikan bermakna dan merasa hidup lebih hidup.
Pada titik ini, orang itu akan mengalami kembali perasaan-perasaan positif di masa lalu. Lantas, Anda bisa mengajak mereka berpetualangan ke masa kini dan masa depan dengan pertanyaan lanjutan.
“Bagaimana supaya Anda bisa lebih dari itu? Apakah Anda ingin membawa perasaan-perasaan itu ke masa kini? Ketrampilan apa saja yang bisa Anda manfaat menjawab peluang-peluang hidup saat ini? atau apa hikmah masa lalu yang bisa menjadi sumber kekuatan hari ini?
Bila pertanyaan ini dilakukan, maka metode dan tehnik wawanccara menjadi hal yang terallu penting. Melalui pertanyaan-pertanyaan yang positif, mereka akan merasa hidupnya lebih baik dan mempengaruhi hubungan mereka dengan keluarga dan orang-orang di sekitarnya.
Friday, March 27, 2009
Appreciative Inquiry for Dummies
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 komentar:
Post a Comment