People like all forms of life, only change when something so disturbs them that they are forced to let go of their present beliefs. Nothing changes until we interpret things differently. Change occurs only when we let go of our certainty (Dee Hock).
Sebagai pemimpin, kita harus membantu rakyat bergerak menghadapi ketidakmenentuan dan chaos. Saya khawatir tidak ada calon presiden yang bisa membebaskan kita keluar dari kemelut klasik Indonesia. Pada gilirannya, Indonesia selalu menjadi bangsa mediocre di tengah kemelut dunia yang kian rumit.
Karenanya, saya lebih percaya membangun Indonesia dari beranda rumah. Bukan dari teras. Dusun, desan dan distrik adalah ruang-ruang possibilities bagi masa depan Indonesia. Dengan membantu mereka, mengubah cara mereka melihat Indonesia.
Pengalaman membantu teman-teman di pelosok membebaskan diri dari belenggu "indonesia Moei", ternyata menumbuhkan semangat "menjadi Indonesia" yang menyala-nyala.
Indonesia di televisi dan koran adalah ilusi. Mereka menyebarkan gagasan Indonesia yang sudah membeku dalam kebudayaan dan rumah-rumah kita. Inilah ilusi yang membuat kita tak bahagia di negeri sendiri.
"Di negara busuk ini, kita tersenyum pedih, " kata Koil dalam lagu "Kenyataan dalam Dunia Fantasi".
Ya. Kita harus selalu tersenyum, un bel domani. Besok pasti lebih cerah.
Sunday, March 15, 2009
Freeing Ourselves from Illusion
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 komentar:
Post a Comment