Saya bertemu Gani, Semmy dan Tunggul. Inilah pertama kali kami berkumpul setelah lulus SMA pada 1981. Kami menyebutnya Gang Jeglex. Kami kelompok paling horor di kelas kami. Kamilah yang menciptakan dinamika di dalam kelas selama dua tahun di SMA Negeri 1 Bandung.
Tunggul sekarang aktif di Perhutani. Gani menjadi bisnisman di bidang Teknologi Informasi dan Perhotelan. Hotel Grand Nanggroe di Aceh, milik kongsinya. Semmy aktif sebagai penulis dan aktivis sosial. Mereka telah menemukan kehidupan yang membahagiakan.
Kami saling bertukar cerita bagaimana perjalanan hidup masing-masing. Dan, ini menjadikan energi yang luar biasa, bagi saya. Saya banyak terinspirasi dengan cara mereka memandang hidup.
Pelajaran hari ini, people are miracles. Semua orang istimewa dan selalu kaya dengan cerita-cerita yang menghidupkan. Terima kasih untuk persahabatan kita.
Saturday, March 21, 2009
Reunion
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
2 komentar:
dear sobat.
Terimakasih juga atas sharing & 'ketemuan' kita. Setelah sekian tahun...wah...begitu banyak perubahan yang terjadi antara kita.
Saya senang...sekaligus bangga dan bersyukur sempat berteman denganmu, Tunggul dan juga Gani. Sayang sobat kita satu lagi tak muncul (suata hari insya Allah akan kulacak jejaknya).
Oh ya Dan, trims juga atas obrolan yang inspiratifmu...merangsang sy untuk terus memikirkan hari depan, mau kuisi seperti apa ya kira-kira sisa umurku...?
Pertemuan dengan mu, mengingatkanku ...lebih tepatnya: menyadarkan aku untuk kembali ke "khittah" awal atau dunia yang sudah cukup lama kutinggalkan.
Rasanya...memang inilah bidang yang membuat saya merasa enjoy, setelah sekian lama hidup dengan belepotan bahkan sempat 'berdarah-darah' hanya karena mau segala mencoba hingga kusadari bahwa: saya merasa telah mencapai 'puncak' padahal nyatanya tidak pernah kemana-mana alias cuna berjalan di tempat.
Sungguh tragis ya, kenyataan ini baru kusadari setelah saya begitu jauh tertinggal dari teman-teman!! Dan kini menjalani hidup (seperti yang pernah kukatakan) serba berakrobat bak petugas pemadam kebakaran, lari ke sana-kemari, pontang-panting....hanya sekadar untuk mengatasi tuntutan badan yang sedang terbakar!
Oh ya friend, setelah ngbrol2 dg mu, saya teringat sebuah buku yang pernah kutulis (lebih tepatnya: kuindonesiakan) judulnya 'The Joy of Working' sekitar 7-8 tahun silam. Buku ini mengulas tentang bagaimana 'menggali kekuatan sendiri' yang berawal dari the power of dreaming hingga bagaimana menjadi yang terbaik...dengan dasar unsur 'Joy'nya
Rasanya, ada mata rantai yang hilang antara: knowledge - attitude - and behavior, yang benar-benar mampu 'mengubah' seseorang. Atau barangkali memang krn budaya lisan kita yg lebih dominan ketimbang 'membaca', sehingga untuk itu, orang masih butuh 'training provider' ???
Aku senang baca konten dari web mu, tapi gak sempat buka-buka lebih jauh...!
Ok Dan, udah dulu ya.
will write you soon!
Salam,
sh
bravo inspirit!
Post a Comment