Saturday, May 16, 2009

CreArtivity

Menarik juga bikin plesetan creativity menjadi creArtivity. Ya. Saya sedang bergumul dengan kawan-kawan dari organisasi kreatif di seputar Solo. Mereka adalah organisasi seni budaya di desa-desa dan beberapa terundang karena punya konsern pada kampung kreatif.

Pelajaran dua hari ini bagi saya, bagaimana menciptakan creative economy dengan memanfaatkan seni, teknologi dan bisnis. Singapura telah memanfaatkan rumus ini karena mereka tahu aset satu-satunya adalah human capital. Untuk itu, mereka serius menggarap sektor kesenian dalam memperkaya khasanah kreativitas di negara mini itu.

Sebaliknya Indonesia, baru bisa bicara soal bisnis melulu tanpa relasi dengan pengembangan teknologi apalagi kesenian. Memang mengerikan sebagai bangsa kita tak punya gedung konser, semisal.

Empat hari ini, saya ingin mengajak kawan-kawan dari organisasi kreatif berimajinasi mengelola seni untuk kehidupan yang lebih baik, arif, bijaksana dan kreatif. Seperti kata Habibie, kita hanya fokus pada peningkatan kecerdasan tetapi melupakan kebudayaan.

Nah. Dua puluh lima kawan di Solo sedang menggagas bagaimana membangun bangsa yang cerdas dan berbudaya lewat halaman belakang negeri cantik ini.

0 komentar: