Tuesday, February 24, 2009

Vibrant 15 part2

Read more!

Vibrant 15 part1

Read more!

Monday, February 16, 2009

Reality Check

INSPIRIT INNOVATION CIRCLES sedang mempersiapkan Creative Learning Festival d/h Vibrant Communication Short Course Angkatan 15 pada 17-20 Feberuari 2009 di Bali. Kami ingin memperkenalkan proses belajar adalah proses merayakan diri sendiri, orang lain dan situasi yang diimpikan.

Saya kemarin memperkenalkan kepada peserta guru-guru bahasa Inggris di sekolah-sekolah islam tentang quantum field. Yang penting dalam hidup, bukan memberikan energi dan makanan kepada tubuh, melainkan apa yang kita berikan kepada pikiran kita.

Konsep quantum field membantu menjelaskan mengapa vibrant communication begitu penting dalam menjalani hidup yang lebih hidup. Pikiran dan imajinasi kita secara langsung dan tidak langsung berpengaruh pada tubuh, orang-orang dekat kita, alam sekitar kita dan juga alam semesta. Maka, gunakanlah energi positif Anda setiap hari, maka otomatis hidup kita pun akan menjadi positif. Begitu pula sebaliknya.

Tubuh kita pun sebenarnya bukan segumpal daging melainkan berisi berbagai macam quantum field. Dengan cara ini, impian adalah energi yang mempengaruhi quantum field untuk co-creating masa depan yang memang diimpikan.

"A complex system that works is invariably found to have evolved from a simple that works, " kata John Gaule yang dikutip penulis Reality Check, Guy Kawasaki.Read more!

Friday, February 13, 2009

Writing is Easy

Dua hari kemarin, saya dan Cindhil memperkenalkan Cara Mudah Menulis Feature kepada kawan-kawan Family Health International di Yogyakarta. Berbeda dengan writing workshop yang biasa saya lakukan. Kali ini, Kiki FHI meramu sendiri menu latihannya.

Saya dan Cindil hanya mengisi empat sesi tentang Kata, Kreativitas dan Penulisan. Kami mengajak peserta mengeksplorasi kata. Dan mencari kaitan kata-kata dengan kata-kata lain. Ternyata bermain kata menjadi menarik karena kawan-kawan yang bekerja di proyek-proyek internasional sudah terbiasa dengan jargon-- atau kata-kata yang sudah menjadi bangkai.

Kami belajar menghidupkan kata. Kata menjadi frasa kata. Frasa kata meregang menjadi kalimat. Kalimat beruntai menjadi alinea. Alinea berangkai menjadi sebuh karya tulis.

Semula mereka menulis begitu kaku. Tak lincah. Dengan latihan tiga kali. Saya senang mereka telah menciptakan tulisan renyah yang enak dibaca. Bagi saya, semakin sederhana dan pendek tulisan, kian hidup dan menarik.

Saya senang dengan ungkapan, Jangan katakan melainkan lukiskan. Ini formula jitu menulis dengan gaya bertutur, naratif dan deskriptif. Tulisan menjadi mengalir dan asyik. Bahkan, formula berikut HIndari kata sifat. Wow, ini hanya bisa dibunuh dengan cara berkisah bukan memberitahu pembaca.

Dan, saya sekarang sedang mengunyah tulisan-tulisan mereka. Untuk sekedar memberikan komentar pada apa yang telah mereka tulis.Read more!

Thursday, February 5, 2009

How to Re-imagine The World

Radical imagination begins with a move beyond complaint and resistance, beyond reactive tinkering or bunkering down or cynical accomodation. The first big move is to an alternative picture of how things could be instead.


Alix memberikan sebuah buku saku berjudul How to Re-imagine The World karya Anthony Weston. Ia memaparkan real movement begin with vision, with inspiration and engagement and with a pull and a push. Saya selalu memberikan motivasi kepada siapa pun, perubahan sosial selalu berangkat dari visi yang benar-benar "menghantui" kita. Jadi, omong kosong, kalau gerakan sosial -- semisal gerakan lingkungan -- bisa membesar tanpa adanya mimpi yang menarik-narik kita.

Bekerja dari sebuah visi adalah bekerja melampaui complaint, resistance dan reactions. Apa yang benar-benar memotivasi dan menginspirasi kita berangkat dari sebuah gambar tentang dunia yang ingin kita ciptakan.

Dalam menemukan visi, bekerjalah dengan a whole vision. Dengan cara ini, kita bisa memperoleh dukungan dari siapa saja. Visi itu memang harus benar-benar terlihat dalam visualisasi kita. Tanpa gambar yang jelas, perubahan tak akan berjalan kemana-mana.

Untuk itu, dunia membutuhkan sesuatu yang segar. Untuk membuat ide-ide baru, kita membutuhkan cara berfikir yang sama sekali baru. New style of generative thinking. Semisal, sebuah ide perubahan mulai dari seed. Benih bisa memprovokasi kita. Benih ini akan menjadi apa, sangat tergantung imajinasi kita. Baru kemudian, bagaimana ide-ide segar itu meluas, spark. Kita tak perlu menunggu. Kita bisa secara aktif mencari ide-ide baru dan tak pernah terdengar.

Selain seed dan spark, Anda bisa juga melakukan stretches dengan cara memperluas dan meregangkan apa yang menjadi asumsi kita sekarang. Kita harus berani keluar dari apa yang telah ada. Kita bisa berangkat dari hal-hal yang sudah ada. Anda hanya perlu memberikan konteks baru.

Anda juga bisa melakukan Twists dengan selalu berfikir sebaliknya dari apa yang menjadi pandangan umum. Bila semua orang berkata tidak mungkin, Anda dengan lantang bicara mungkin. Dengan cara ini, apa yang kita lihat hari ini, bisa dilihat dengan cara yang berbeda.

Dengan cara ini setiap problem justru solusi bagi kita. Krisis bukan malapetaka melainkan peluang. Kita akan bisa mengubah dunia dengan cara berfikir yang sama sekali berbeda.Read more!